Skip to content

Tugu Monas

Mei 13, 2011

TUGU MONAS

 

Monas atau Monumen Nasional merupakan icon kota Jakarta. Terletak di pusat kota Jakarta, menjadi tempat wisata dan pusat pendidikan yang menarik bagi warga Jakarta dan sekitarnya. Monas didirikan pada tahun 1959 dan diresmikan dua tahun kemudian pada tahun 1961. Monas mulai dibangun pada bulan Agustus 1959. Keseluruhan bangunan Monas dirancang oleh para arsitek Indonesia yaitu Soedarsono, Frederich Silaban dan Ir. Rooseno. Pada tanggal 17 Agustus 1961, Monas diresmikan oleh Presiden Soekarno.

Dan mulai dibuka untuk umum sejak tanggal 12 Juli 1975.
Sedangkan wilayah taman hutan kota di sekitar Monas dahulu dikenal dengan nama Lapangan Gambir. Kemudian sempat berubah nama beberapa kali menjadi Lapangan Ikada, Lapangan Merdeka, Lapangan Monas dan kemudian menjadi Taman Monas. Tugu itu berdiri tegak, dengan puncak seperti lidah api berlapis emas. Semua orang pasti tahu,itulah Monumen Nasional, disingkat Monas.

Monas mulai dibangun pada tahun 1959 untuk mengenang perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajah. Presiden Sukarno meresmikannya pada 17 Agustus 1961. Tapi, baru dibuka untuk umum pada 12 Juli 1975. Tugu obeliks berbentuk lingga yoni ini dibuat dari marmer, bertinggi 137 meter. Lingga yoni adalah simbol kesuburan masyarakat Indonesia kuno. Ia melambangkan alu dan lesung. Ia juga lambang laki-laki perempuan. Arsiteknya adalah F Silaban dan Soedarsono dengan konsultan Rooseno. Nyala api di puncak yang berdiameter 6 meter dibuat dari perunggu berberat 14,5 ton, dilapisi emas yang didatangkan dari Cikotok seberat 35 kg.

Lidah api itu melambangkan semangat yang tak pernah padam melawan penjajah. Cawan pelataran di puncak bawah lidah api, berjarak 17 meter, berukuran 11×11 meter, mampu memuat 50 orang. Di bagian bawah terdapat cawan yang tingginya 17 meter diukur dari lantai dasar dan 8 meter dari lantai museum. Ukuran cawan 45×45 meter. Ini dimaksudkan sebagai catatan hari kemerdekaan, 17-8-45.           Monas dibangun di kawasan seluas 80 hektare di Merdeka Square.

Di sebelah utara dibatasi oleh Jl Medan Merdeka Utara, di sebelah timur oleh Jl Medan Merdeka Timur, di selatan oleh Jl Medan Merdeka Selatan, di barat oleh Jl Medan Merdeka Barat. Di sini banyak kantor pemerintah. Di bagian utara ada Taman Merdeka, di situ ditempatkan patung perunggu Pangeran Diponegoro menaiki kuda. patung ini karya pematung Italia, Coberlato.

Dari sini, pengunjung bisa menjangkau dasar Monas. Taman di sekitar Monas kini disebut sebagai Taman Monas. Pernah disebut sebagai Lapangan Gambir, Lapangan Ikada, Lapangan Merdeka, Lapangan Monas, kemudian Taman Monas. Di Merdeka Square ini, banyak orang bisa berkumpul, untuk tujuan rekreasi ataupun tujuan politik. Di Jl Medan Merdeka Utara ada kantor Presiden dan Wakil Presiden, kantor mahkamah Agung. Lapangan Monas mengalami lima kali penggantian nama yaitu Lapangan Gambir, Lapangan Ikada, Lapangan Merdeka, Lapangan Monas, dan Taman Monas.

Di sekeliling tugu terdapat taman, dua buah kolam dan beberapa lapangan terbuka tempat berolahraga. Pada hari-hari libur, Minggu atau libur sekolah banyak masyarakat yang berkunjung ke sini. Di ruang museum terdapat diorama peradaban bangsa Indonesia. Ada diorama yang menceritakan zaman megalitikum, zaman kerajaan Sriwijaya, zaman Raja Samaratungga yang membangun Candi Borobudur, zaman Raja Airlangga yang membangun tanggul untuk mencegah banjir, zaman Singasari yang menahan serbuan tentara Kubilai Khan. Ada pula replika naskah proklamasi dari emas.

Di sini pula diperdengarkan rekaman suara Sukarno saat membaca teks proklamasi.Fasilitas di taman ada lapangan futsal, area berlari, tapak refleksi, lapangan senam. Ada pula atraksi perpaduan laser multiwarna tiga dimensi yang membuat Tugu Monas bisa berubah warna di malam hari. Ada juga atraksi air mancur pesona mas.

1.UkurandanIsiMonas
Monasdibangunsetinggi132meterdanberbentuklinggayoni.Seluruhbangunaninidilapisioehmarmer.

2.Lidah Api
Di bagian puncak terdapat cawan yang di atasnya terdapat lidah api dari perunggu yang tingginya 17 meter dan diameter 6 meter dengan berat 14,5 ton. Lidah api ini dilapisi emas seberat 45 kg. Lidah api Monas terdiri atas 77 bagian yang disatukan.

3.Pelataran     Puncak
Pelataran puncak luasnya 11×11 m. Untuk mencapai pelataran puncak, pengunjung bisa menggunakan lift dengan lama perjalanan sekitar 3 menit. Di sekeliling lift terdapat tangga darurat. Dari pelataran puncak Monas, pengunjung bisa melihat gedung-gedung pencakar langit di kota Jakarta. Bahkan jika udara cerah, pengunjung dapat melihat Gunung Salak di Jawa Barat maupun Laut Jawa dengan Kepulauan           Seribu.

4. Pelataran    Bawah
Pelataran bawah luasnya 45×45 m. Tinggi dari dasar Monas ke pelataran bawah yaitu 17 meter. Di bagiaiinipengunjungdapatmelihatTamanMonasyangmerupakanhutankotayang indah.
5.MuseumSejarahPerjuanganNasional
Di bagian bawah Monas terdapat sebuah ruangan yang luas yaitu Museum Nasional. Tingginya yaitu 8 meter. Museum ini menampilkan sejarah perjuangan Bangsa Indonesia. Luas dari museum ini adalah 80×80 m. Pada keempat sisi museum terdapat 12 diorama (jendela peragaan) yang menampilkan sejarah Indonesia dari jaman kerajaan-kerajaan nenek moyang Bangsa Indonesia hingga G30S PKI.

Taman Monas

Di taman ini Anda dapat bermain bersama kawanan rusa yang sengaja didatangkan dari Istana Bogor untuk meramaikan taman ini. Selain itu Anda juga dapat berolahraga di taman ini bersama teman maupun keluarga.Taman Monas juga dilengkapi dengan kolam air mancur menari. Pertunjukan air mancur menari ini sangat menarik untuk ditonton pada malam hari. Air mancur akan bergerak dengan liukan yang indah sesuai alunan lagu yang dimainkan. Selain itu ada juga pertunjukkan laser berwarna-warni pada air mancur ini. Bagi Anda yang ingin menjaga kesehatan, selain berolahraga di Taman Monas, Anda pun dapat melakukan pijat refleksi secara gratis. Di taman ini disediakan batu-batuan yang cukup tajam untuk Anda pijak sambil dipijat refleksi. Di taman ini juga disediakan beberapa lapangan futsal dan basket yang bisa digunakan siapapun. Jika Anda lelah berjalan kaki di taman seluas 80 hektar ini, Anda dapat menggunakan kereta wisata. Taman ini bebas dikunjungi siapa saja dan terbuka secara gratis untuk umum.

Wisata Monas
Untuk mengunjungi Monas, ada banyak jenis transportasi yang dapat Anda gunakan. Jika Anda pengguna kereta api, Anda dapat menggunakan KRL Jabodetabek jenis express yang berhenti di Stasiun Gambir. Anda pun dapat menggunakan fasilitas transportasi Bus Trans Jakarta. Jika Anda menggunakan kendaraan pribadi, tersedia lapangan parkir khusus IRTI, atau Anda dapat memarkir kendaraan Anda di Stasiun Gambir.

Untuk dapat masuk ke bangunan Monas, Anda dapat melalui pintu masuk di sekitar patung Pangeran Diponegoro. Lalu Anda akan melalui lorong bawah tanah untuk masuk ke Monas. Anda pun dapat melalui pintu masuk di pelataran Monas bagian utara. Jam buka Monas adalah jam 9.00 pagi hingga jam 16.00 sore. Monas dapat menjadi salah satu pilihan Anda untuk berwisata bersama keluarga dan tempat mendidik anak-anak untuk lebih mengenal sejarah Indonesia. Anda pun dapat menikmati udara segar dari rindangnya pepohonan di Monas. Dan jangan lupa untuk menjaga kebersihan Taman Monas agar tetap indah untuk dinikmati siapapun. Di sebelah utara dibatasi oleh Jl Medan Merdeka Utara, di sebelah timur oleh Jl Medan Merdeka Timur, di selatan oleh Jl Medan Merdeka Selatan, di barat oleh Jl Medan Merdeka Barat. Di sini banyak kantor pemerintah. Di bagian utara ada Taman Merdeka, di situ ditempatkan patung perunggu Pangeran Diponegoro menaiki kuda. patung ini karya pematung Italia, Coberlato. Dari sini, pengunjung bisa menjangkau dasar Monas.

Monas

Monument or National Monument is an icon of the city. Located in downtown Jakarta, a place of tourist and educational center that appeals to people in Jakarta and surrounding areas. Monument was established in 1959 and inaugurated two years later in 1961. Monument was built in August 1959. The entire building was designed by the architects Monas Indonesia ie Soedarsono, Frederich Silaban and Ir. Rooseno. On 17 August 1961, the monument was inaugurated by President Soekarno.

And opened to the public since July 12, 1975.
While the urban forest park area around the monument formerly known as the Field Gambir. Then had changed its name several times into the Field Ikada, Merdeka Square, National Monument Square and then into Monument Park. The monument stood erect, with peaks such as gold-plated flame. Everyone would know, that’s the National Monument, Monas abbreviated.

Monument was built in 1959 to commemorate the Indonesian people’s struggle against the invaders. President Sukarno formally on August 17, 1961. But, recently opened to the public on July 12, 1975. Obeliks yoni phallus-shaped monument is made of marble, plays 137 yards. Yoni phallus is a symbol of ancient fertility Indonesian society. He symbolizes the pestle and mortar. He is also a symbol of men and women. The architect is F Silaban and Soedarsono with Rooseno consultant. Flame atop a diameter of 6 meters made of bronze weighing 14.5 tons, gold plated imported from Cikotok weighing 35 kg.

It symbolizes the spirit of the flame that never goes out against the invaders. Courtyard at the top of the cup under the tongue of fire, is 17 meters, sized 11 × 11 meters, capable of loading 50 people. At the bottom there is the cup height 17 meters measured from the ground floor and 8 feet from the floor of the museum. Cup size 45 × 45 meters. This is intended as a record day of independence, 17-8-45. Monument built in the area of 80 hectares at Merdeka Square.
In the north bordered by Jl Medan Merdeka Utara, on the east by Jl Medan Merdeka Timur, in the south by Jl Medan Merdeka Selatan, in the west by Jl Medan Merdeka Barat. There are many government offices. In the north there is Taman Merdeka, there is placed a bronze statue of Prince Diponegoro mount a horse. This sculpture by Italian sculptor, Coberlato.

From here, visitors can reach the monument base. Park in the vicinity of the monument now known as Monument Park. Once referred to as Field Gambir, Field Ikada, Merdeka Square, National Monument Square, then Monas Park. In Independence Square, many people can gather, for recreational purposes or political purposes. Jl Medan Merdeka in the North there is the office of President and Vice President, the office of the Supreme Court. Monas Square experiencing five times the renaming Gambier Field, Field Ikada, Merdeka Square, National Monument Square and Monument Park.

Around the monument there is a garden, two ponds and some open field where the exercise. On holidays, Sundays or school holidays many people who visit here. In the living museum of civilization there are dioramas of Indonesia. There are dioramas that tell the megalithic era, the era of the kingdom of Srivijaya, the era of King Samaratungga who built the Borobudur temple, the era of King Airlangga who build dikes to prevent flooding, which resist invasion era Singasari Kublai Khan’s army. There is also a replica of the manuscript proclamation of gold.
Here also played a voice recording proklamasi.Fasilitas Sukarno when reading text in the park there futsal field, an area running, the site of reflection, the field exercises. There are also attractions multicolor three-dimensional laser fusion that makes Monas can change color at night. There is also a fountain attraction charm mas.

1.UkurandanIsiMonas
Monasdibangunsetinggi132meterdanberbentuklinggayoni.Seluruhbangunaninidilapisioehmarmer.

2.Lidah Fire
At the top there is the cup on it there were flames from bronze height 17 meters and a diameter of 6 meters with a weight of 14.5 tons. This flame coated gold weighing 45 kg. Flame monument consists of 77 sections that are put together.

3.Pelataran Peak
Court of the peak area 11×11 m. To reach the court of the summit, visitors can use the elevator to travel about 3 minutes long. All around the elevator there is an emergency staircase. From the top court of the monument, visitors can see the skyscraper buildings in the city. Even if the bright air, visitors can see Mount Salak in West Java and the Java Sea with the Thousand Islands.

4. Lower court
Under the court of the extent of 45×45 m. Height from the bottom of the monument to the lower court that is 17 meters. In bagiaiinipengunjungdapatmelihatTamanMonasyangmerupakanhutankotayang beautiful.

5.MuseumSejarahPerjuanganNasional
At the bottom of the monument there is a large room that is the National Museum. Height of 8 meters. This museum displays the history of the struggle of the Indonesian nation. Size of this museum is 80×80 m. On the fourth side of the museum there are 12 dioramas (window displays) that shows the history of Indonesia from the time of the ancestor kingdoms of the Indonesian nation to G30S PKI.
Monument Park

In this park you can play along with a herd of deer which accidentally imported from the presidential palace in Bogor to jazz up this park. You also can work out in this park with friends or keluarga.Taman monument also features a dancing fountain. Dancing fountain show is very interesting to watch at night. The fountain will be moved by the beautiful liukan appropriate strains of the song being played. There was also a colorful laser show at this fountain. For those of you who want to maintain good health, apart from working out in Monument Park, you can also do reflexology for free. In the park is provided by the stones sharp enough for your departure while a massage reflection. In this park also provided some futsal and basketball court that can use anyone. If you’re tired of walking in a park of 80 hectares, you can use a tourist train. The park is visited by anyone free and open free to the public.

Monument Tours

To visit the monument, there are many types of transportation that you can use. If you train users, you can use the KRL Jabodetabek types express a stop at Gambir station. You can even use Trans Jakarta Bus transportation facilities. If you use a private vehicle, there is a special parking lot IRTI, or you can park your vehicle at Gambir Station.

To be able to get into building the monument, you can through the entrance near the statue of Prince Diponegoro. Then you will go through the underground passageway to enter the monument. You also can go through the entrance on the north court of the monument. Monas Opening hours are 9.00 am until 16:00 pm. Monument to be one of your choice to travel with family and a place to educate children to become familiar with the history of Indonesia. You too can enjoy the fresh air from the shade of the trees in the monument. And do not forget to keep cleaning the monument to remain a beautiful park to be enjoyed by anyone. In the north bordered by Jl Medan Merdeka Utara, on the east by Jl Medan Merdeka Timur, in the south by Jl Medan Merdeka Selatan, in the west by Jl Medan Merdeka Barat. There are many government offices. In the north there is Taman Merdeka, there is placed a bronze statue of Prince Diponegoro mount a horse. This sculpture by Italian sculptor, Coberlato. From here, visitors can

No comments yet

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: